Aku kasian?
Iya, aku kasian sama diri sendiri bukan sama kamu itu intinya.
Mungkin aku manusia paling tolol, kejam, atau apalah kamu menyebutnya.
Dalam postingan ini ku anggap kamu sudah lupa semuanya, yang kamu bicarakan atau aku bicarakan.
Tapi aku tidak, aku masih ingat siapa yg mau nanam sapi eh sawi dibulan, aku masih ingat siapa yg tiap pesan es teh ga suka kalo kemanisan, aku masih ingat rambut mu terkena jus mangga, aku masih ingat waktu kamu nelpon minta ditemanin ngantar undangan, aku masih ingat siapa yang ketakutan lewat jalan gelap.
Dan dari semua yang ku ingat jelas kamu objeknya, aku bukan membiarkan semuanya hanya saja terlalu banyak yang bicara tak tau keadaanya, mungkin dari sisimu mereka tau, tapi mereka tidak tau yang aku alami setahun terakhir dan mereka tidak perlu tau memang karna ini urusanku saja.
Tidak, ini bukan luapan emosi, ini bisa jadi jawaban, bisa saja sebuah masalah baru, bisa saja jadi apa saja tergantung bagaimana kamu, aku, mereka dan siapa pun yg membaca.
Maaf, iya itu tujuanku menulis ini tapi tidak berharap mendapat maaf dari mu, itu terserah mu karna mengharapkan maaf sama saja menolong tapi minta imbalan, terserah kamu.
Aku memikirkan dan khawatir tentang kamu mungkin tidak setiap hari tapi ini sering terjadi, aku tau kita bertemu aku ingin menegur mu saat aku melihat mu, kamu malah tidak melihat ku. Bukan itu yg kupikirkan, aku tidak berpikir kamu sengaja tidak melihat ku, ku pikir kamu memang tidak melihat ku karna sedang ngobrol dengan teman mu, dan aku yang terlalu malu muncul dihadapan mu dan menegur mu setelah semua yang ku lakukan.
Mungkin aku sayang sama kamu, mungkin aku yang malam ini memikirkan mu, mungkin aku harusnya dari dulu sama kamu, mungkin semua terlambat, mingkin aku menjilat ludah ku sendiri, mungkin aku ini bukan laki-laki.
Marahlah sesuka mu, jauhi aku, dan mulailah tersenyum, percayalah kamu memang benar selama ini dan aku yang salah tidak mengetahui kalau aku sayang sama kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar