udah lama ni ga cerita kaya ada yg ganjel gitu *ceileh ganjel emang pintu diganjel* ceritanya ni berlatarkan bulan febuari tanggal satu tepatnya tahun ke2o semasa hidup saya awal mula pada pukul 08.00 aku berangkat kuliah yg rencana mau ngurus tetek bengek registrasi ulang mahasiswa gitchu *berusaha unyu*
sesampainya dikampus agenda kenegaraan pertama adalah mengambil krs yg sudah diketikan oleh rental pengetikan dadakan didekat kampus saya yg munculnya bak crop circle tiba-tiba ada aja nongkrong disitu dan terjadilah percakapan antara saya dan mba cantik yg menjaga rental gaib itu
s: mba mau ngambil krs *sambil senyum and keep unyu*
m: (muntah) :s namanya siapa?
s: johan mba *masih senyum 3 jari*
m: (tanpa ekspresi) fakultas???
s: fisip
m: bentar yah
s: iya
tak lama kemudian
m: ini mas
s: (sambil nerima) berapa mba?
m: 10 rb mas
s:(seketika langit mendung diiringi suara guntur menggelegar) (lebay gellaa) ini mba
kenapa saya berlebay gella gitu karena sni untuk pengetikan krs adalah 7 rb untuk tarif max dan minimum 4 rb dan mba tadi dengan sadar menerobos sni keramat tersebut ditambah lagi dgn uang sangu saya yg dipotong oleh ibu saya menjadi 25 rb rupiah dipotong lagi untuk bensin motor saya sebesar 10 rb walhasil sangu saya tinggal 15 ribu rupiah untuk minggu ini
sesudah itu saya kembali kekampus untuk segela menyelesaikan krs saya dan artis dadakan pertama yg saya minta tanda tangannya adalah tidak lain tidak bukan adalah dosen wali saya setelah saya telpon beliau akhirnya kami memutuskan kopi darat dikampus dan dengan waktu sekenanya saya bisa menemukan bapaknya dan setelah saya turun naik tangga ada lima kali kira-kira say menemukan bapaknya dan gantian jaga bapaknya sekarang llllllllllllooooooooohhhhh?
dddddannnn artis dadakan kedua yang saya uber-uber tanda tangannya adalah ketua jurusan saya namun tidak ada perlawanan berarti dari beliau, ia dengan pasrah menyerahkan tanda tangannya kepada saya
setelah itu saya urus sarat-sarat penunjang untuk mengembalikan krs dan setelah lengkap saya kembalikanlah krs yang beberapa minggu ini ramai dibicarakan oleh anak-anak kampus dan sekitarnya *kaya adzan aje*
setelah beres saya pulang dalam keadaan lapar dan saya putuskan untuk menggunakan uang sisa jaman penjajahan yg berjumalah 15 rb untuk membeli empe-empek palembang yg harga totalnya 12 rb walhasil sekarang pada saat saya tulis cerita ini sangu saya hanya tersisa 3 rb + 500an yg saya dapat dari tas saya jadi semua sejumlah 3500 sialnya ini masih awal minggu artinya masih seminggu lagi saya dapat uang sangu kembali dan sialnya lagi malamnya saya dpt sms yg isinya "besok main futsal bawa uang 10 rb masing-masing oke boy" hmm sepertinya ini lah minggu tersuram ditahun ke20 semasa hidup saya
dan saya tidak menutup untuk menerima koin peduli jojo saya akan terima dengan celana terbuka eh tangan terbuka maksudnya hihihi
udahan ah ceritanya ntarrr lagi yaaaa ceritanya papay (baca: bye-bye) *masih berusaha unyu*
no rekening lo brapa ntar gw transfer jo..wkwkwk...
BalasHapushahaha tidak terima transfer rif
BalasHapus